Siaran Pers Hardiknas 2011 : “Pendidikan gizi seimbang: pelajaran pokok dalam kurikulum nasional”

Artikel Add comments

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2011 yang mengangkat tema; “Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”, dengan subtema: “Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”. Tema ini sangat menarik karena bersentuhan langsung dengan masalah mendasar bangsa dalam mempersiapkan generasi terdidik masa depan yang berkarakter dan dan berbudi pekerti tinggi (generasi emas). Oleh karena itu Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, yang memiliki perhatian terhadap pendidikan ‘gizi seimbang’ bagi anak sekolah merasa terpanggil untuk ikut mendukung tema tersebut.

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan telah menyebutkan secara eksplisit mengenai ‘gizi seimbang’ di dalam program perbaikan gizi nasional. Gizi seimbang adalah susunan menu sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, hidup bersih, dan berat badan ideal. Gizi seimbang pun harus dibarengi aspek sehat, termasuk aspek kebersihan (makanan, peralatan makan, cuci tangan, dst) dan aspek keamanan, agar tidak kehilangan sebagian maknanya.

Meskipun kini fokus pembangunan kesehatan Indonesia lebih ditujukan pada ibu hamil, bayi dan balita, namun masalah ‘gizi salah’ pada anak usia sekolah tidak kalah pentingnya. Sebab, ia merupakan suatu rangkaian dari proses panjang yang kemungkinan sudah diidapnya ketika masih usia balita. Angka prevalensi kurus secara nasional pada anak usia sekolah (6-14 tahun) laki-laki adalah 13,3 % sedangkan pada anak perempuan 10,9 %. Angka ini menunjukkan adanya permasalahan gizi kronis pada anak usia sekolah.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Dr.Saptawati Bardososno, ahli gizi dari Universitas Indonesia, 94, 5 % dari 220 anak yang diteliti di 5 SD di wilayah DKI Jakarta mengkonsumsi kalori di bawah 1800 kkal.  Padahal menurut angka kecukupan gizi (AKG) rata-rata yang dianjurkan perorang/perhari untuk anak usia 6 tahun, kebutuhan energi dan proteinnya berturut-turut sebesar 1.550 kkal dan 39 g. Ketika memasuki umur 7-9 tahun, kebutuhan energi dan proteinnya meningkat menjadi masing-masing sebesar 1800 kkal dan 45 g. Selanjutnya, ketika berumur 10 tahun, kebutuhan energi dan proteinnya meningkat lagi menjadi masing-masing sebesar 2.050 kkal dan 50 g.

Selain masalah gizi kurang, kini sebagian anak sekolah pun menderita gizi lebih. Gizi kurang maupun gizi lebih, keduanya merupakan gizi salah. Apabila gizi salah semacam ini dibiarkan tanpa penanganan sistematis dan terencana maka akan berdampak bagi kesehatan, kebugaran dan kecerdasannya. Hal ini tentu akan berkontribusi pada menurunnya prestasi belajar anak di sekolah yang pada gilirannya akan menghambat pembentukan karakter bangsa.

Berkaitan pencegahan gizi salah pada anak sekolah di atas serta upaya maksimal kita dalam membentuk serta membina generasi emas’ di masa depan maka dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2011, Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi menghimbau agar: (1). Pemerintah memasukkan pendidikan gizi ke dalam kurikulum pendidikan nasional terutama untuk tingkat sekolah dasar setara dengan pendidikan jasmani dan kesehatan, sehingga sekolah sebagai tempat anak menuntut ilmu memiliki peran positif dalam membangun pengetahuan dan kesadaran anak akan gizi seimbang; (2). Anak sekolah mendapat pendidikan gizi secara teratur melalui pelajaran di kelas dan program makan siang di sekolah (school lunch) sehingga ia mampu memahami dan mempraktikkan pedoman gizi seimbang; (3). Mengajarkan menjaga kebersihan dan memperhatikan label pembungkus atau kaleng makanan untuk menghindari makanan tercemar ataupun kedaluwarsa; (4). Pihak sekolah memfasiltasi dan mendampingi muridnya agar membentuk kelompok teman sebaya di sekolah maupun di luar sehingga dapat saling bertukar informasi dan perilaku positif dalam membudayakan pola hidup sehat dengan gizi seimbang; (5). Terselenggara program advokasi dan sosialisasi kepada pihak terkait dengan gizi seimbang sebagai upaya penanggulangan gizi salah pada anak usia sekolah; (6). Menyediakan jajanan sehat, bersih dan aman serta pengawasan terhadap seluruh jajanan yang ada di sekitar sekolah yang dapat diakses oleh anak didik; (7). Pemerintah menyediakan akses pelayanan dan konsultasi kesehatan yang berkualitas kepada anak sekolah.

Sebagai wujud perhatian terhadap ‘pendidikan gizi seimbang’ dan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional maka Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, menyusun program bekerjasama dengan sekolah-sekolah di DKI Jakarta untuk memberi penyuluhan gizi seimbang dan pengukuran status gizi anak sekolah, yang dimulai tanggal 2 Mei 2011, pukul 10.00 -11.30 WIB,  di SDN Menteng 02, Jalan.Tegal No.10 Menteng Jakarta Pusat dengan penanggung jawab Dr. Fitria N.P (Hp. 08124429289)

Billahit Taufiq Walhidayah,

Jakarta, 1 Mei 2011

Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi

Ketua,

Dr. Tirta Prawita Sari, MSc

Plaza Hias Rias Cikini Lt.2 Room 033, Jl. Cini Raya No.90 Jakarta Pusat 10330, telp/fax 021-3140157, Email: gema.sazi@yahoo.co.id,; website: www.sadargizi.com

Twitter: SadarGizi Facebook : Gerakan Masyarakat Sadar Gizi

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.