Jawaban Bunda Terhadap Pertanyaan Anak Terkait Puasa

SadarGizi.com – Anak mau berlatih puasa ? Boleh-boleh aja kok, Bun. Baiknya, kita ajari anak puasa bertahap ya apalagi kalau baru pertama kali. Nah, terkait puasa pada anak biasanya ada beberapa pertanyaan yang diajukan orang tua nih.

Ya, namanya orang tua wajar kan ya kalau kita merasa khawatir mengingat ketika puasa anak nggak makan dan minum. ‘Nanti si kakak kuat nggak ya di sekolah?’ atau ‘Udah pas belum sih kalau di umur segini anak dilatih puasa?’ bisa jadi pertanyaan yang sering dilontarkan orang tua.

Nah, dirangkum HaiBunda dari berbagai sumber yang dilansir dari haibunda.com, ini dia pertanyaan terkait puasa anak yang sering dilontarkan orang tua dan jawabannya. Simak yuk, siapa tahu bisa membantu.

1. Kapan Anak Bisa Mulai Diajari Puasa?

Kata dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, anak bisa mulai dilatih berpuasa sejak dia sudah cukup mengerti makna puasa. Ya, sekitar usia 6 atau 7 tahun. Ditekankan dr Meta, mengingat pertumbuhan otak yang optimal berlangsung selama masa balita, latihan puasa dianjurkan pada anak yang telah melewati masa balita.

“Kalau di awal puasa anak cuma kuat puasa selama tiga jam nggak apa-apa. Besok bisa ditambah lagi sampai setengah hari dulu, kemudian baru perlahan-lahan puasa penuh. Ini bertujuan untuk menyiapkan mental anak, sekaligus juga membiasakan anak agar tidak kaget,” kata dr Meta.

2. Apa Menu yang Cocok untuk Buka Puasa dan Sahur Anak

Prinsipnya saat puasa kita tetap memberi anak makan dengan gizi seimbang seperti biasanya, Bun. Nutrisionis Prof Dr Norimah A. Karim mengingatkan untuk memasukkan makanan tinggi serat dalam menu anak, supaya mereka nggak gampang lapar.

“Baiknya jangan biarkan anak makan langsung dalam porsi banyak. Ini bisa bikin perut kembung dan memicu gangguan pencernaan. Hindari juga makanan pedas yang bisa memicu naiknya asam lambung,” kata Prof Norimah.

Makanan yang mengandung protein penting untuk bikin anak kenyang lebih lama, kemudian karbohidrat penting untuk sumber energi anak. Jangan lupa beri sayur dan buah ke si kecil supaya kebutuhan vitamin dan mineralnya tetap terpenuhi ya.

3. Anak Diare, Kapan Harus Batalkan Puasa?

dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH dari RS Mayapada Tangerang bilang kalau diare yang dialami anak membuat dia BAB sampai lebih dari 4 kali, baiknya minta anak untuk membatalkan puasanya.

Soalnya, kalau makin parah diare bisa memicu dehidrasi. Apalagi saat puasa tidak ada asupan cairan yang masuk ke tubuh. Karena imunitas anak lebih rentan dibanding orang dewasa, dehidrasi bisa berakibat fatal. Jangan lupa, segeri beri anak obat diare ya.

“Selain harus diobati, cairan dan ion yang hilang karena diare juga harus segera diganti. Berikan beberapa teguk air putih atau larutan oralit dengan dosis yang cukup. Sarankan anak untuk beristirahat agar daya tahan tubuhnya kembali pulih seperti sedia kala,” kata dr Hendra.

4. Anak Biasa Minum Susu, Berapa Kali Frekuensi Minumnya?

Pakar tumbuh kembang dr Soedjatmiko SpA(K) yang akrab disapa dr Miko menuturkan waktu minum susu ketika anak berpuasa bisa kapan saja dan sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan. Porsi minum susu pun nggak diubah, Bun.

“Kalau anak biasa minum susu dua kali ya diberika sebelum tidur dan saat sahur. Kalau lebih dari dua kali bisa diatur setelah berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur. Disesuaikan saja waktunya,” tutur dr Miko.

5. Sering Minum Minuman Dingin Saat Berbuka Bikin Anak Batuk Pilek?

Kata dr Meta es krim atau minuman dingin sebenarnya nggak menyebabkan batuk maupun pilek, tapi tetap bisa jadi pemicu. Kalau anak batuk pilek setelah makan es krim atau minuman dingin ini terjadi karena kondisi tubuhnya memang sedang menurun, Bun.

Seperti diketahui, flu dan common cold yang memiliki gejala pilek disebabkan oleh virus. Penyakit yang menyerang sistem saluran napas ini bisa disebabkan oleh virus influenza ataupun rhinovirus. Variasi virusnya sendiri ada bermacam-macam.

“Oleh sebab itu, ketika daya tahan tubuh anak sedang menurun, ia menjadi lebih mudah terserang virus. Sehingga penyebabnya bukan mutlak dari konsumsi es krim saja,” kata dr Meta.

6. Apa Tandanya Anak Mengalami Dehidrasi?

Kita perlu tahu, Bun. Gejala dehidrasi pada anak sering dialami anak usia sekolah, usia 7-12 tahun. Dengan segudang aktivitas plus saat makan sahur anak tidak makan dan minum dengan cukup, anak rentan banget dehidrasi.

“Untuk mencegah dehidrasi pada anak, sebaiknya sejak awal orang tua sudah mengatur dengan baik aktivitas anak. Jangan memberikan terlalu banyak jadwal aktivitas sebab akan memberatkan anak itu sendiri terutama pada siang hari. Tak hanya itu, kebutuhan tidur juga tetap harus diperhatikan,” kata dr Rini Sekartini SpA(K).

Sementara itu, dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK bilang setelah puasa lebih kurang 4 jam, anak tidak memiliki cadangan energi. Menurutnya orang dewasa bisa mengambil cadangan energi dari hati dan lemak, sementara anak-anak belum memiliki itu. Jika anak sudah menunjukkan gejala dehidrasi seperti kelelahan dan pucat, sebaiknya segera hentikan aktivitas yang sedang ia lakukan dan jika perlu segera berbuka. Sebab bukan tidak mungkin kondisi fisiologis tubuhnya akan terus menurun.

7. Anak Puasa, Harus Diberi Suplemen?

Menurut Prof dr Dodik Briawan MCN, suplemen diberi ketika ada anak yang terindikasi kurang gizi tertentu. Kalau untuk kehidupan sehari-hari tetap tidak direkomendasikan. Dengan kata lain, sama sekali tidak dianjurkan untuk mengganti asupan anak dengan suplemen, kapsul atau vitamin lainnya. Kata Prof Dodik, makanan yang terbaik ya makanan yang langsung dimakan anak.

Tapi kalau Bunda dan Ayah ragu, nggak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter tentang suplemen yang perlu dikonsumsi anak terutama saat puasa. (sy)