Duka Di Timur Indonesia (ASMAT) : KLB Campak Dan Gizi Buru

SadarGizi.Com – Wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua dalam empat bulan terakhir telah menyebabkan puluhan anak meninggal dunia sejak September 2017 lalu. Hingga selasa 17 Januari, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat 63 anak meninggal dunia akibat wabah ini.

Berdasar data Kemensos, sejak September 2017 hingga kini, RSUD Asmat merawat ratusan pasien campak. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 lainnya rawat inap. Sedangkan situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi di enam distrik di Kabupaten Asmat. Salah satunya adalah Distrik Agats, yang merupakan Ibukota Kabupaten Asmat.

Berbagai upayapun kini dilakukan oleh berbagai kalangan untuk mengubah duka Indonesia dibagian timur yang sangat memprihatinkan ini.
Presiden Repubik Indonesia Joko Widodo menghibau agar pemerintah daerah setempat (Asmat) agar memperhatikan KLB ini. Kementrian Kesehatan mengirim 39 tim kesehatan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan campak. Sementara Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Hari Hikmat menyatakan pihaknya akan mendirikan posko induk bantuan di Timika, Papua. Tujuannya agar pola pengiriman bantuan ke Asmat lebih terarah.

Untuk menghadapi KLB campak dan gizi buruk ini, Kemensos mengirim bantuan ke Asmat pada Minggu. Bantuan itu berupa 16 ribu paket makanan kaleng senilai Rp725 juta yang dikirim ke Timika Papua, dan didistribusikan secara bertahap sejak Senin (15/01) kepada masyarakat terdampak wabah itu di Kabupaten Asmat. Kemensos bersama Dinas Sosial setempat juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa 3 ton beras, 200 lembar selimut, 200 matras, 2 tenda keluarga, dan 50 food ware.

Kondisi geografis yang sulit,  dan akses informasi yang sangat terbatas di daerah Wamena Papua ini tentu ya akan menhambat penanganan dari semua pihak yang ingin membantu mengatasi KLB Campak dan Kurang Gizi ini akan bertambah. Namun kita berharap, kejadian ini cepat tertangani.  (sy)