Kemana Anggaran Kesehatan Tahun 2018 Rp. 59,1 Triliun?

SadarGizi.com – Tahun 2018 merupakan tahun keempat pelaksanaan program pembangunan Kabinet Kerja dalam mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang bertujuan mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk mencapai sasaran yang diinginkan tersebut, dibuatlah alokasi anggaran sebagai penunjang pencapaian. Dilansir dari data departemen kesehatan, Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan, Kemenkes RI Barlian, SH, M.Kes, mengatakan pagu anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2018 sebesar Rp. 59,1 Triliun. Kemanakah anggaran ini akan diperuntukan?

Menurut Barlian, anggaran tersebut digunakan untuk pelaksanaan kegiatan prioritas nasional sebesar Rp. 33,9 Triliun (57,4%), yang terdiri dari Anggaran untuk JKN sebesar Rp. 25,5 T dan Rp 8,4 T Anggaran Non JKN.

Anggaran ini dialokasikan pula untuk belanja prioritas bidang termasuk Penerima Negara Bukan Pajak/Badan Layanan Umum (PNBP/BLU) sebesar Rp. 17,2Triliun (29,1%) serta belanja gaji termasuk insentif untuk Tenaga Kesehatan (dokter, dokter spesialis, dokter gigi, bidan, dan Nakes lainnya) yang ditugaskan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan terluar, serta biaya operasional sebesar Rp.7,9 Triliun (13,4%).

Terkait akses pelayanan kesehatan, jumlah peserta penduduk termiskin yang dibayarkan iurannya oleh pemerintah (PBI) sebesar Rp. 16,9 Triliun untuk 92,2 juta jiwa yang sudah dibayarkan pada Juli 2017.

”Besaran tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 19,8 Triliun untuk 87,8 juta jiwa pada 2015 dan Rp. 24,8 Triliun untuk 91,1 juta jiwa pada 2016,” kata Barlian.

Sebagai perbandingan ditahun 2017, dengan pagu anggaran Kementerian Kesehatan Rp. 58,3 triliun pemerintah melakukan peningkatan dari sisi SDM Kesehatan seperti penempatan Nusantara Sehat berbasis tim sebanyak 694 orang (2015), meningkat menjadi 728 orang (2016). Sementara sampai dengan Juli 2017 sebanyak 347 orang.

Dalam pembangunan fisik sarana dan prasarana instalasi farmasi untuk sarana fisik sebanyak 49 unit dibangun pada tahun 2016 menjadi 28 unit pada tahun 2017. Rehabilitasi atas Istalasi Farmasi sebanyak 590 unit (2016) sementara pada tahun 2017 sebanyak 90 unit. Untuk pengadaan sarana pendukung pada tahun 2016 sebanyak 4.288 unit, sementara pada tahun 2017  sebanyak 821 unit. Di tahun 2018 ? (sy)