Puasa dan Gizi bagi Ibu Hamil dan Pengidap Hipertensi

img-20170616-wa0000SadarGizi.com – Badan koordinasi nasional Lembaga Kesehatan MI mengadakan Diskusi menyambut ramadhan. Bertajuk Manfaat puasa bagi kesehatan manusia yang dislenggarakan di Aula PB HMI Jalan Sultan Agung Jakarta. Menghadirkan Pengurus PB HMI, Kohati PB HMI dan komisariat kesehatan sejajaran HMI Jakarta.
Diskusi yang di pandu oleh dr. Haswan dengan narasumber dr. Dyah Agustina Waluyo, Dr. Prasetyo Widhi SP.PD KHOM, Serta Dr. Tirta Prawitasari Sp. GK MSc. Diawalai dengan brainstorming fenomena perlukah berpuasa bagi Ibu hamil dan menyusui? 
dr. Dyah Agustina Waluyoh (wakil ketua umum PDUI) menjelaskan bahwa kehamilan pada usia kurang dari 28 Minggu memiliki pengecualian berpuasa ini yang disebut dalam Al-quran  sebagai yang tidak  sanggup melaksanakannya  (al- baqarah 184).
Masalah hipertensi dan Gizi juga menjadi bahan diskusi ini. Menurut data  dari Riskesda Kemenkes 2013,  prevalensi hipertensi di indonesia  sangat tinggi, yaitu 25,8 % , Laki-laki :  22,8 %, Perempuan 28,8 % ( x 2013 Kemenkes). Tentang masalah hipertensi ini, dr. Prasetyo widhi Sp.PD Khom mengungkapkan bahwa metodelogi berpuasa bagi pasien hipertensi  mengharuskan pasien hipertensi untuk tetap melaksanakan ibadah puasa selama tekanan darah terkontrol dan mengkonsumsi obat secara teratur, meminum obat Hipertensi saat berbuka puasa, serta mengendalikan berat badan dengan cara mengonsumsi protein  dan kalsium secukupnya. “Jika tubuh dipuasakan maka kondisi ini kadar gula darah dan kolesterol cenderung turun”.
Kajian gizi juga harus diperhatikan agar puasa benar benar memberikan manfaat bagi tubuh. Selama ini kecenderungan pola konsumtif sebagian masyarakat yang tdk berimbang, yakni terlalu berlebihannya asupan energi yg masuk saat berbuka, padahal kecenderungan penggunaan energi saat pasca berbuka yakni beribadah malam.
Dr. Tirta Prawitasari Sp.GK., Msc menjelaskan bahwa dalam berpuasa  kita perlu memahami kebutuhan gizi seimbang saat puasa dari imsak sampai berbuka. Hal ini  bisa dilakukan dengan menyegerakan makanan yang indeks glikemiknya tinggi namun tdk berlebihan.
Dalam diskusi ini, direktur Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB HMI dr. Taufan  mengungkapkan bahwa puasa dapat memberikan manfaat bagi tubuh dan psikis selama kita mengikuti Role puasa yaitu dengan benar membatasi asupan energi yang masuk secukupnya dan mengarahkan psikis untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. (ris)